5 Fakta Menarik soal Banjarmasin yang Berjuluk Kota Seribu Sungai

5 Fakta Menarik soal Banjarmasin yang Berjuluk Kota Seribu Sungai

5 Fakta Menarik soal Banjarmasin yang Berjuluk Kota Seribu Sungai

Banjarmasin tersohor bakal pasar terapung yang jadi keliru satu daya tarik sekaligus destinasi wisata para pelancong ketika bertandang ke Kalimantan Selatan. Spot andalan Banjarmasin ini menyuguhkan pemandangan deretan perahu di sungai dengan begitu banyak ragam dagangan yang dijajakan.
Bandar Taruhan
Namun baru-baru ini kabar duka berkunjung berasal dari Banjarmasin. Kota Seribu Sungai ini dilanda bencana banjir sampai sekitar 9,6 ribu jiwa terdampak banjir tersebut, demikianlah keterangan berasal dari Badan SAR Nasional (Basarnas).

Terlepas berasal dari kabar tersebut, Banjarmasin menyimpan deretan fakta-fakta menarik, berasal dari asal-usul nama kota sampai julukan Kota Seribu Sungai yang disematkan. Simak ikhtisar selengkapnya selanjutnya ini.

1. Asal mula nama Banjarmasin

Dilansir berasal dari laman renlitbang.banjarmasinkota.go.id, Senin, 18 Januari 2021, nama Banjarmasin berasal berasal dari histori panjang kota ini yang dahulu dikenal dengan arti Banjarmasih. Sebutan itu disita berasal dari nama seorang patih yang berjasa di dalam berdirinya Kerajaan Banjar, yakni Patih Masih.

Hingga 1664, surat-surat berasal dari Belanda ke Indonesia untuk Kerajaan Banjarmasin tetap menyebutnya di dalam ucapan Belanda, yakni Bandzermash. Setelah 1664, sebutan berubah jadi Bandjarmassin dan pertengahan abad ke-19, sejak zaman Jepang kembali disebut Bandjarmasin atau di dalam ejaan baru bhs Indonesia, yakni Banjarmasin.

2. Nama lain

Banjarmasin termasuk dikenal dengan nama lain Kota Tatas. Nama selanjutnya disita berasal dari nama pulau Tatas, delta yang membentuk lokasi Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Tengah. Dahulu kawasan itu merupakan pusat pemerintahan residen Belanda.

Berdasarkan keterangan di laman banjarmasinkota.go.id, Banjarmasin merupakan area yang multietnis dan ada beragam suku yang tinggal. Mulai berasal dari suku Banjar, suku Dayak, suku Batak, suku Bugis, suku Jawa, suku Sunda, suku Madura, dan lainnya.

3. Kota Seribu Sungai

Banjarmasin berada lebih dari satu sentimeter di bawah permukaan laut. Kota ini terbelah oleh aliran Sungai Martapura dan berada di tepian Sungai Barito. Kota ini termasuk dikelilingi oleh puluhan sungai kecil. Maka berasal dari itu, Banjarmasin populer dengan sebutan Kota Seribu Sungai.

Sungai Martapura merupakan sungai yang tidak lain adalah anak sungai Barito. Sungai yang hulunya di Kabupaten Banjar ini mempunyai panjang 600 kilometer, tetapi sungai Barito jadi sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantan Selatan. Sungai ini mempunyai panjang 909 kilometer.

4. Wisata susur sungai

Banjarmasin tersohor dengan deretan sungai dan potensi itu dimanfaatkan sebagai destinasi wisata. Berdasarkan laman Banjarmasih Tourism, Banjarmasin mempunyai lebih dari satu jenis wisata, keliru satu yang menarik adalah susur sungai.

Di laman ini disertakan pula sederet spot wisata susur sungai, sebut saja Pasar Terapung Kuin, Pasar Terapung Siring Tendean, Masjid Sultan Suriansyah, Menara Pandang, Maskot Bekantan, Museum Wasaka, dan lainnya.

Dikutip berasal dari Banjarmasin Tourism, Pasar Terapung Kuin disebut jadi satu-satunya pasar terapung alami di dunia. Pasar yang berlokasi di atas muara Sungai Barito ini diperkirakan sudah ada sekitar 400 tahun lalu. Aktivitas di pasar terapung ini lumayan singkat, yakni berasal dari pukul 05.30–07.30.

5. Makanan khas Banjarmasin

Jika bertandang ke Banjarmasin, kurang pas rasanya jika tak mencicipi kuliner khas setempat. Anda bisa coba soto banjar dan sop Banjar. Perbedaan berasal dari sajian ini terletak pada pemakaian lontong dan nasi.

Jika soto disantap dengan lontong, tetapi sop dengan nasi. Isi sajian selanjutnya terdiri atas irisan ayam, telur beberk, dan perkedel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *