5 Fakta Unik Wisata Dunia – Menara Pisa Runtuh

5 Fakta Unik Wisata Dunia – Menara Pisa Runtuh

Tempat wisata ternama kerap jadi obyek utama bagi para wisatawan dari seluruh penjuru dunia disaat datang ke suatu negara.

Selain gara-gara tempatnya yang menarik dan unik, sejarah dan asal-usul area wisata berikut pun jadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Namun, tahukah Anda fakta-fakta menarik di balik area obyek yang sepanjang ini dulu Anda kunjungi?

Mengutip DW Indonesia, Rabu (28/10/2020), berikut adalah 7 fakta unik dan menarik soal area wisata di dunia yang kemungkinan belum banyak diketahui orang:
2 dari 6 halaman
1. Makna
Jerman
Perbesar
Aachen, Jerman. (dok. Instagram @ig_aachen/https://www.instagram.com/p/B2R32_iCU4i/)

Banyak kota di Jerman yang terdapat dekat sumber air mineral Mengenakan kata “Bad“ (“Spa“) di depan namanya. Bahkan orang Romawi pada zaman dulu datang ke Aachen dan mandi dalam air mineral panas dekat Kota Aachen yang terdapat di Jerman Barat. Namun, kota itu menampik Mengenakan kata “Bad“.

Tahukah Anda kenapa? Karena terkecuali Mengenakan kata tersebut, Aachen turun di daftar alfabetis kota Jerman.
3 dari 6 halaman
2. Nama Kota Terpanjang di Eropa
20151019-10 Nama Kota di Berbagai Dunia Ini Bakal Bikin Kamu Speechless
Perbesar
LIanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwIIIIantysiliogogogoch Wales. Kota ini cukup sukar untuk disebut, dihafal, diketik dan sebagainya ini berada di pulau Anglesey. Nama kota terpanjang yang masuk di Guiness Book of Record. (en.wikipedia.org)

Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch di Bagian Negara Britania Raya Wales.

Tidak kemungkinan mampu diucapkan oleh orang yang tidak berbahasa Welsh! Nama kota ini berarti: “Gereja Santa Maria yang berupa kacang hazel putih dan berlokasi dekat Swift Eddy dan Gereja Thysili dekat Goa Merah“.

Nama kota paling pendek di Eropa adalah kota Ee (Belanda) dan Y (Prancis).
4 dari 6 halaman
3. Bangunan dari Bahan Makanan
Suasana Tembok Besar China Saat Hari Libur Nasional
Perbesar
Turis menaiki bentangan Tembok Besar Badaling di pinggiran Beijing, Selasa (6/10/2020). Liburan th. ini, yang bertepatan bersama dengan Festival Pertengahan Musim Gugur, dapat jadi ujian lakmus apakah industri pariwisata China mampu bangkit lagi sesudah digempur oleh COVID-19. (AP Photo/Ng Han Guan)

Ketan tidak hanya mampu dimakan – namun, mampu juga dipakai untuk membangun gedung.

1.500 th. lalu, para ahli bangunan di China Mengenakan ketan dan mencampurnya bersama dengan kapur mati untuk menciptakan komposit mortir.

Komposit mortir berikut ditempelkan pada gedung makam, klenteng dan tembok. Jika orang China tidak memasukkan ketan dalam mortir, Tembok Besar China kemungkinan tidak lagi berdiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *