7 Fakta Mengagumkan Origami, Seni Melipat Kertas

 

Seni melipat kertas yang dikenal juga dengan origami ini telah banyak dikenal masyarakat dunia. Karya seni unik yang hanya menggunakan kertas ini menarik minat banyak orang. Perkembangan origami juga semakin meluas, terdapat banyak seni modern yang digabungkan untuk membuat sebuah seni origami.

Tidak ada panduan ataupun aturan khusus dalam membuat origami. Hal ini menjadikan semakin banyak kreativitas orang-orang yang melahirkan hasil karya origami yang sangat menarik. Jepang adalah negara yang dikenal sebagai asal mula dari seni origami ternyata seni ini memiliki beberapa fakta yang mengagumkan.

Yuk, intip beberapa fakta di bawah ini!
1. Asal mula origami ternyata bukanlah dari Jepang

Jika ditanya dari mana asal mula seni melipat kertas origami, kebanyakan orang akan menjawab seni ini berasal dari Jepang. Namun ternyata tidak ada sumber yang pasti mengenai asal muasal seni melipat kertas ini. Bahkan bangsa Tiongkok juga telah lama mengenal cara melipat kertas yakni sejak tahun 507 Masehi.

Masyarakat Eropa juga tampaknya memiliki teknik melipat kertas sejak lama, namun memang Jepang lah yang memopulerkan kertas sebagai sebuah media seni.

2. Seni ini awalnya dikenal dengan nama “Orikata”
Sebelum resmi menggunakan nama Origami yang diresmikan pada tahun 1880, seni ini dikenal dengan nama Orikata. Jika diartikan orikata berarti bentuk yang dilipat (folded shapes) dengan menggunakan kertas. Seiring perkembangan dan populernya sebuah buku maka namanya berubah menjadi Origami yang berasal dari kata Oru (melipat) dan Kami (kertas). Nama tersebut yang kemudian digunakan dan dikenal hingga kini.

3. Sebuah buku tentang origami pertama kali terbit pada tahun 1797

Ternyata origami telah melalui perjalanan panjang bahkan sebelum sebuah buku membahas tentang seni ini terbit. Akisato Rito adalah seorang penulis yang membuat buku “Sembazuru Orikata” (Thousand Crane Folding) di tahun 1797.

Pada buku tersebut lebih menceritakan mengenai sejarah dan penggunaan origami dalam budaya pernikahan tradisional Jepang. Namun yang paling terkenal adalah buku karangan dari Akira Yoshizawa yang juga dikenal sebagai Bapak Origami. Ia menuliskan buku yang berjudul “Atarashi Origami Geijutsu” (New Origami Art).
4. Origami dulunya adalah kegiatan yang hanya dilakukan oleh kaum elit

Salah satu alasan yang mendasarinya adalah karena pada saat itu kertas adalah komoditas yang sulit ditemukan. Kalaupun ada pasti harganya sangat mahal dan hanya golongan tertentu yang mampu membelinya. Berbeda dengan sekarang di mana sangat mudah sekali menemukan kertas, zaman dulu hanya kaum elit yang mampu menggunakannya.

Seiring berjalannya waktu kertas juga mulai dipakai dalam ritual keagamaan seperti yang dilakukan oleh para Biksu Budha. Hingga kini penggunaan kertas dalam seni origami dapat dinikmati oleh siapa saja.
5. Sadako dan origami ‘Burung Bangau’ digunakan sebagai simbol perdamaian

Saat peristiwa bom atom yang menimpa Jepang di tahun 1945, diketahui seorang anak bernama Sadako menjadi korban yang terkena dampaknya. Bocah kecil itu berusia sekitar 2 tahun saat bom dijatuhkan di Hiroshima.

Ia dikenal sebagai seorang anak yang periang, sehat dan ia adalah pelari paling cepat di sekolahnya. Namun sayangnya pada tahun 1954 ia didiagnosa terkena leukimia yang membuat seluruh wajahnya bengkak dan terdapat benjolan. Leukimia adalah penyakit yang terkenal di Jepang sebagai akibat dari ledakan bom atom.

Kisah yang mengharukan adalah bahwasanya ia percaya bahwa siapapun yang membuat seribu burung bangau kertas, maka semua permintaannya akan terkabul. Sejak itu ia mulai membuat burung bangaunya dari banyak kertas warna warni bahkan lebih dari seribu.

Terinspirasi dari kisah Sadako, maka dibuatlah sebuah patung Sadako yang seolah sedang memegang burung bangau diatasnya. Patung itu terdapat di The Hiroshima Peace Park dan tertulis di bawahnya “This is our cry, This is our prayer, Peace in the world.”
6. Origami ternyata sangat baik untuk kesehatan mental seseorang

Selain melatih fokus dan kinerja otak, origami ternyata juga sangat baik untuk kesehatan mental. Sebuah artikel yang dirilis oleh AARP (American Association of Retired People) yang berjudul Boost Your Brain Health menyatakan bahwa pekerjaan yang merangsang otak, penuh tantangan dan menguatkan otak sangatlah baik.

Origami diketahui memenuhi kriteria tersebut, selain itu origami sangat baik untuk kesehatan spiritual seseorang.
7. Penggunaan origami sangat luas hingga berbagai bidang ilmu pengetahuan

Ternyata origami bukan hanya sekadar seni melipat kertas dasar, tetapi sangat luas fungsi dan keilmuannya. Salah satu bidang keilmuan yang terkait adalah matematika dimana sering berkaitan dengan angka, sudut, bahkan pembuatan airbag pada mobil sangat erat kaitannya dengan origami.

Nah, itu dia beberapa fakta mengagumkan seputar origami. Beruntunglah jika kamu memiliki hobi melipat kertas ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *