De Ligt Ternyata Bermimpi Jadi Penyerang ,Sebelum Bermain sebagai Bek Tengah

De Ligt Ternyata Bermimpi Jadi Penyerang ,Sebelum Bermain sebagai Bek Tengah – Ajax Amsterdam sudah kehilangan keliru satu pemain mutlak mereka di bursa transfer musim panas 2019. Pemain yang dimaksud itu adalah Matthijs de Ligt yang sudah menentukan untuk melanjutkan kariernya di Liga Italia bersama dengan Juventus.

De Ligt Ternyata Bermimpi Jadi Penyerang ,Sebelum Bermain sebagai Bek Tengah

Kepergian De Ligt tahu akan menyebabkan lini pertahanan Ajax berlubang. Pasalnya pemain asal Belanda itu adalah keliru satu bek andalan mereka selama beberapa musim ke belakang. Namun, tampaknya Ajax sudah menerima dan siap kehilangan bek sedang berusia 19 th. tersebut.

Ajax bahkan sudah mengemukakan salam perpisahan kepada De Ligt lewat laman formal klub berjuluk de Amsterdammers itu. Menariknya, Ajax pun memberikan beberapa artikel yang mengungkapkan rahasia-rahasia yang dimiliki De Ligt yang tak banyak diketahui orang.

Salah satu rahasia yang menarik dari artikel di laman formal Ajax itu adalah ternyata De Ligt dulunya tak bercita-cita sebagai bek. Ia justru lebih menyukai posisi penyerang.Bandar Bola Sebab itu, De Ligt mengaku banyak mengoleksi jersey pemain depan layaknya rekan barunya di Juventus, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, Klaas Jan Huntelaar, dan beberapa penyerang lainnya.

Akan tetapi, semenjak De Ligt diposisikan sebagai bek, ia pun jadi menyukai beberapa pemain bertahan top. Salah satu bek yang ia idolakan adalah mantan kapten AC Milan, Paulo Maldini. Semenjak sementara itulah De Ligt pun jatuh hati jadi seorang bek tengah.

“Dulu (saat masih di Abcoude) saya bermain sebagai pemain sedang untuk pertahanan. Namun, saat di Ajax saya justru dimainkan sebagai pemain gelandang. Jadi sejak sementara itu saya justru menyukai pemain-pemain yang berada di lini depan,” cerita De Ligt, dikutip dari laman formal Ajax,” Jumat (19/7/2019).

“Saya sementara itu lebih banyak menggunakan jersey Cristiano Ronaldo, Kaka, Rooney, dan Klaas Jan Huntelaar. Namun, seluruh itu tak terjadi lama setelah saya dimainkan sebagai bek. Semenjak itulah saya jadi memantau bek lain, layaknya Maldini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *