Frank Lampard Temukan Kondisi Chelsea Sebenarnya ,Bulan Madu Selesai

Frank Lampard Temukan Kondisi Chelsea Sebenarnya ,Bulan Madu Selesai – Kemerosotan performa Chelsea di Premier League datang pada momen terburuk. Di antara dua kekalahan dari West Ham dan Everton, muncul berita bahwa mereka bisa kembali aktif membeli pemain pada bursa transfer Januari 2020 mendatang.

Frank Lampard Temukan Kondisi Chelsea Sebenarnya ,Bulan Madu Selesai

Pengadilan Arbitrase Olahraga telah mengumumkan pemangkasan embargo transfer, Frank Lampard diizinkan membeli pemain. Artinya, tak lama lagi rumor-rumor soal pemain incaran bakal bertebaran di media.

Biasanya kondisi ini merupakan kabar baik, atau setidaknya normal. Namun, bagi Lampard yang sekarang, situasi itu justru menyulitkan.

Lampard memang senang mendapatkan kekuatan tambahan, tapi sejauh ini The Blues tampak baik-baik saja dengan pemain yang ada, mereka bisa membangun momentum.

Dampak Tak Terduga

Embargo transfer jelas menyulitkan, tapi sejauh ini justru terbukti melahirkan dua dampak tak terduga di Chelsea. Pertama, jelas, ruang-ruang kosong di tim utama harus diisi oleh pemain-pemain muda, yang pada kondisi normal hanya akan jadi pemain pinjaman.

Dampak kedua yang lebih penting. Tanpa pemain bintang baru, Lampard merasa tanpa beban ketika menurunkan pemain-pemain muda dalam tim inti.

Sebagai contoh, dia bisa memilih Mason Mount daripadaAgen Sbobet Ross Barkley, atau memilih Tammy Abraham daripada Olivier Giroud. Lampard bebas melakukannya, meski berisiko, dia tidak akan disalahkan karena kondisi skuad memang tidak ideal.

Jadi, sebenarnya embargo transfer ini tidak benar-benar menyulitkan. Lampard bisa bergerak lebih bebas, lebih berani.

Situasi Langka

Situasi itu jelas menguntungkan Chelsea. Hanya segelintir klub besar modern yang mau benar-benar memberi kesempatan pada pemain mudanya. Tidak hanya tampil pada pertandingan sepele, mereka benar-benar diandalkan pada laga penting.

Pemain muda punya potensi luar biasa, tapi masih mentah. Mereka bisa tampil luar biasa pada satu pertandingan, lalu tampil buruk dan membuat kesalahan pada pertandingan berikutnya.

Biasanya mereka tidak akan diturunkan lagi setelah membuat kesalahan, tapi kali ini Lampard tidak punya pilihan. Padahal suporter Chelsea punya standar tinggi dan mudah kecewa, tapi mereka pun mengerti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *