Juventus Diminta untuk Bermain Seperti Empoli ,Demi Keindahan

Juventus Diminta untuk Bermain Seperti Empoli ,Demi Keindahan – Eks pemain Inter Milan, Samuel Eto’o, menyaksikan jenis bermain yang diterapkan Maurizio Sarri di Juventus jauh berbeda dengan klub-klub sebelumnya. Tidak ulang seindah selagi menukangi tim Italia lainnya, Empoli, lebih dari satu th. lalu.

Juventus Diminta untuk Bermain Seperti Empoli ,Demi Keindahan

Seperti yang diketahui, Sarri pernah menukangi Empoli selama tiga musim merasa th. 2012 hingga 2015. Hasil strateginya lantas membuat raksasa Italia lain, Napoli, kepincut untuk merekrutnya.

Banyak yang berasumsi jika skema bermain terapan Sarri sama dengan rancangan ‘tiki-taka’ punya Josep Guardiola di Barcelona dulu. Bedanya, pemainan operan dari kaki ke kaki para pemain bergerak ke depan.

Skema bermain itu, yang dikenal dengan sebutan ‘Sarriball’ selagi Sarri menukangi Chelsea musim lalu, menimbulkan decak takjub dari banyak kalangan. Termasuk Samuel Eto’o sendiri.

Maurizio Sarri Sudah Berubah

Namun yang dikagumi Eto’o bukanlah ‘Sarriball’ yang sedang diterapkan di Juventus. Dalam pandangan pria berumur 38 th. itu, apa yang digunakan Sarri semasa di Empoli pernah tidak muncul didalam permainan Bianconeri sekarang.

“Kenyataannya pelatih yang aku menyaksikan di Empoli terlalu berbeda dengan yang aku menyaksikan di Chelsea dan Juventus,” ujar Eto’o kepada Sky Sport Italia.

“Saya menyaksikan Empoli bermain, itu adalah sebuah tim yang bermain dengan kepribadiannya, mereka bermain dari belakang dan kiper juga jadi biasa dengan bola. Itulah mengapa muncul indah,” lanjutnya.

“Hari ini kami tidak ulang menyaksikan pelatih seperti Pep Guardiola membuat tim bermain, kemungkinan kamu kalah, tetapi selagi tim bermain seperti itu, pecinta menjadi merasa senang,” tambahnya.

Ingin Lihat Empoli yang Dulu

Sisi artistik permainan Sarri yang sekarang, dirasa Eto’o,Pasang Bola telah tidak muncul lagi. Itulah mengapa ia merekomendasikan Sarri dan Juventus menerapkan jenis bemain seperti selagi di Empoli dulu.

“Hari ini aku menyaksikan Juve dan entahlah, mereka punyai Ronaldo, tidak benar satu pemain terbaik didalam sejarah, atau Paulo Dybala, yang merupakan pemain fenomenal lainnya, tetapi aku ingin menyaksikan pelatih yang pernah di Empoli lagi,” pungkasnya.

Kendati demikian, performa Juventus sejauh ini masih selalu mengesankan. Mereka ulang menuai kemenangan selagi melakoni laga kelanjutan Serie A akhir pekan kemarin, dengan SPAL sebagai lawannya.

Mereka juga masih ‘hidup’ di Liga Champions. Pada hari Kamis (27/2/2020) besok, mereka bakalan hadapi Lyon pada laga leg pertama babak 16 besar yang diselenggarakan di Parc Olympique Lyonnais.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *