Menyelamatkan Madura United dari Kekalahan Kualitas Individual

Menyelamatkan Madura United dari Kekalahan Kualitas Individual – PS Tira Persikabo menyia-nyiakan kemenangan yang sudah nampak di depan mata. Bermain di kandang sendiri Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, PS Tira bermain imbang 2-2 melawan Madura United.

Menyelamatkan Madura United dari Kekalahan Kualitas Individual

PS Tira unggul lebih pernah dengan skor 2-0 melalui tandukan Andy Setyo Nugroho terhadap menit ke-30. Pemain asal Brasil Ciro Henrique Alves jadi besar kelebihan PS Tira terhadap menit ke-48.

Gol itu lahir dari paduan antara kecerdikan pemain Kamerun Louise Essengue Parfait dan kecepatan Ciro. Sebuah umpan panjang Parfait, diterima dengan terlampau baik oleh Ciro.

Pemain 30 tahun itu lantas melaju sendirian untuk menaklukkan kiper Madura Muhammad Ridwan. Ridwan jadi pemain utama untuk menukar Muhammad Ridho yang tetap berkutat dengan cedera.

Memakai skema 4-3-3, PS Tira bermain dengan terlampau rapi, rapat, dan solid. Lini tengah dipimpin Manahati Lestusen bermain bagus untuk mengungguli kelebihan tehnis terhadap pemain Madura.

Pelatih Rahmad Darmawan tampaknya terlampau sadar bahwa Madura punya kualitas pemain yang terlampau baik. Tetapi dia terhitung sadar bahwa Madura punya kasus transisi antara menyerang dan bertahan. Madura sering terlambat untuk turun sehabis lakukan serangan. Apalagi, pelatih Madura Dejan Antonic hobi kenakan garis pertahanan tinggi.

Oleh gara-gara itu, Rahmad sebabkan PS Tira bermain dengan terlampau sabar dan memasang garis pertahanan rendah. PS Tira memilih untuk bereaksi, mengatur dengan apapun yang dilaksanakan oleh Madura.

Sepanjang pertandingan, PS Tira sesungguhnya senantiasa kalah dalam penguasaan bola. Total, mereka cuma menguasai 41 % bola selama 90 menit. Jauh dibandingkan Madura yang mendominasi dengan 59 persen. Namun, terhadap akhirnya, permainan sabar yang membikin PS Tira unggul 2-0 lebih dulu.

Namun sekuat apapun dalam bertahan, serapi apapun dalam permainan, PS Tira kelanjutannya kebobolan gara-gara kualitas individual milik Madura.

Pada menit ke-66, Madura memperkecil ketertinggalan Bandar Bolamelalui tandukan top scorer musim selanjutnya dan mantan pemain PS Tira, Aleksandar Rakic. Sebuah umpan terlampau baik dari David Laly dari segi kanan, dimanfaatkan dengan prima oleh Rakic.

David Laly terhitung yang kelanjutannya jadi salah satu aktor yang menyelamatkan Madura dari kekalahan. Sebuah tendangan bebas terhadap menit pertama injury time babak kedua, bisa ditanduk oleh Beto Goncalves. Bola berikut mental menghantam tiang, tetapi mengarah kepada Jaimerson Xavier yang langsung menghajarnya masuk ke gawang.

Hasil ini sebabkan PS Tira memuncaki klasemen selagi Liga 1 dengan 16 poin. Jumlahnya mirip dengan runner-up Bali United. Selisih gol ke-2 tim mirip persis. Namun, PS Tira punya koleksi gol lebih baik (14 dibandingkan 10). Namun PS Tira sudah bermain 8 kali, namun Bali United ‘’baru’’ berlaga 6 kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *