UEFA Dinilai Terlalu Lunak kepada PSG ,Soal Aturan FFP

UEFA Dinilai Terlalu Lunak kepada PSG ,Soal Aturan FFP – Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mendapat sindiran berasal dari tidak benar satu media ternama asal Amerika Serikat, New York Times. Mereka menilai UEFA sangat lunak bersama dengan tidak menyelidiki indikasi pelanggaran aturan Financial Fair play (FFP) yang dibikin Paris Saint-Germain (PSG).

UEFA Dinilai Terlalu Lunak kepada PSG ,Soal Aturan FFP

Semenjak dikuasai taipan asal Qatar yaitu Nasser Al Khelaifi pada 2011, Les Parisiens –julukan PSG– sering jorjoran di pasar transfer. Puncaknya tercipta pada musim panas 2017 ketika mereka mendatangkan dua pesepakbola top dunia, Neymar Jr dan Kylian Mbappe.

Untuk mendaratkan dua pesepakbola itu, manajemen PSGAgen Sbobet mengeluarkan 400 juta euro atau sekira Rp6,42 triliun! Hanya saja hingga sekarang, UEFA tak kunjung melaksanakan penyelidikan kepada PSG. Bisa dibilang, UEFA melaksanakan perbedaan perlakuan kepada PSG.

Di selagi klub seperti AC Milan dilarang tampil satu musim di kompetisi Eropa sebab melanggar aturan FFP, PSG justru tetap adem ayem. Padahal, setelah mendatangkan Neymar dan Mbappe, keuangan PSG sanggup dibilang biasa-biasa saja.

Tak tersedia penjualan fantastis yang ditunaikan manajemen PSG setelah 2017. Selain itu, prestasi PSG di Liga Champions (ajang untuk mencapai duwit sebanyak-banyaknya) pun tak sanggup dibilang mentereng, yang mana didalam dua musim paling akhir mereka tersingkir di babak 16 besar.

Meski begitu, PSG punya kesempatan untuk menyeimbangkan keuangan mereka dan menjauhkan penyelidikan berasal dari UEFA. Sebab, manajemen PSG udah siap melewatkan sang megabintang, Neymar Jr, pada bursa transfer kali ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *